Selasa, 07 April 2015

Fakta Bunga Tulip dan Cara Merawatnya

Bunga tulip berasal dari asia tengah termasuk dari turki. Bunga Tulip pun sudah ditanam sejak 500 tahun yang lalu, jadi menanam bunga tulip bukanlah tren baru. Bunga tulip mulai diperkenalkan di Eropa melalui hadiah Ottoman Empire pada tahun 1554 Masehi. Sejak itulah bunga tulip menjadi sangat populer di Eropa. Terbukti bunga ini menjadi bunga yang paling dicari sejak diperkenalkan di Belanda pada tahun 1600an, bunga ini juga pernah menjadi bunga yang termahal di dunia. Belanda pun mengekspor besar-besaran bunga ini dan menempati urutan keempat top-export.

menanam bunga tulip

Ini dia yang unik, Bunga Tulip bisa dimakan! Untuk memakannya anda bisa mencampurkannya di salad atau makanan lain sesuai selera anda. Bunga ini baru diperkenalkan di Amerika pada tahun 1800an. Bunga tulip memiliki 3.000 varietas dengan 14 nama cantik. Bunga Tulip bahkan mempunyai festival yang diadakan setiap tahunnya.

Menanam Bunga Tulip

Setelah mengetahui indah dan uniknya bunga tulip, anda mungkin tertarik untuk menanam bunga ini. Banyak yang harus dilakukan untuk menanam bunga tulip agar tumbuh subur dan teratur. Ini dia tips menanam dan merawat Bunga Tulip :
Bunga Tulip adalah tanaman berumbi, saat menanam anda dapat menanam biji atau pun umbinya. Sebenarnya Bunga ini tidaklah cocok ditanam pada iklim tropis seperti di Indonesia karena Bunga Tulip biasanya tumbuh dalam iklim sejuk dan dingin. Pada saat penanaman, tumbuhan tulip haruslah melalui suhu dingin terlebih dahulu, untuk di Indonesia yang panas bila perlu masukkan kulkas (bukan freezer) pada saat penanaman umbi dan setelah muncul tunas-tunas boleh dipindah ketempat yang sejuk atau sedikit panas. Bunga Tulip tidak menyukai banyak kelembaban. Carilah tanah yang sedikit kering, subur dan berpasir untuk menanamnya. Bunga ini dapat dipaksakan untuk tumbuh pada suhu lebih tinggi atau lebih rendah. Curah Hujan dan banyaknya irigasi serta tanah yang terlalu basah akan membuat bunga Tulip mati. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menanam bunga Tulip ini. Anda hanya perlu menyiraminya pada musim kering saja. Juga jangan lupa untuk memberikan pupuk setiap tahunnya.
Dalam merawatnya pun harus hati-hati, binatang pengerat atau tikus menjadi musuh besar bunga tulip. Jika anda menanam bunga ini menggunakan umbi akan lebih cepat berbunga daripada menggunakan bijinya. Akan memakan waktu sekitar satu tahun untuk mekar apabila anda menanamnya menggunakan umbi tetapi perlu sekitar 5 sampai 7 tahun untuk mekar jika anda menanamnya menggunakan biji.
Para peneliti pun menganjurkan, jika bunga ini sudah kuncup maka sebaiknya kita tusuk dengan jarum pada bagian kuncupnya sehingga akan mengeluarkan gas etilem yang dapat mempercepat bunga mekar. Anda tentu tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk mekar bukan?
Bunga yang mencerminkan Khas Eropa yang menawan, tapi tahukah anda bunga tulip juga menjadi warisan dari kekhalifahan Turki Ustmani dan bisa disebut mengiringi sejarah Islam di Turki. Bagaimana dengan anda, apakah anda tertarik menanam Bunga Tulip di bagian rumah anda?

Jumat, 06 Februari 2015

Arti hijab bagi wanita

wanita berhijab


Acap kali terucap, “Ngapain? Panas tahu...! Lagian belum ada hidayah...’’ Saat berapa persen dari mereka, wanita yang tidak berhijab ditanya, kenapa tidak berhijab? Jawaban yang patut dibenarkan kah? atau patut kita anggap itu hanya sebuah jawaban klasik untuk menutupi kekuarangan bahwa jauh dari keinginannya untuk berhijab? Padahal menurutku kita bisa memulai dari dasarnya dulu, kemudian dengan beriringnya waktu kita.
 
Belajar perlahan menata hati sehingga kita menjadi muslimah sejati. Seperti dalam pepatah “Sedikit demi sedikit kemudian menjadi bukit”, bukankah begitu? Wallahu a’alam...
Tidak ingin bersuudzon, namun coba kita renungkan jawaban diatas! Belum ada hidayahkah? Sampai kapan? Hanya menunggu tanpa berusaha? Atau menunggu ajal menjemput? Lalu... nanti menyesal saat raga telah terhimpit liang lahad, terbungkus kain kafan, terkapar, lunglai, tak berdaya di sebuah kasur yang beralaskan tanah bahkan berulat. Tidak ada sanak keluarga, harta, melainkan yang ada hanya sebuah kegelapan. Na’udzubillah...


Ukhti... Kita awali niat berhijab Lillahi ta’alaa, dengan diiringi tahsiinu-l Akhlaq, bersihkan hati, dan tingkatkan ibadah! Tidak ada yang sulit, dalam surat Ar-Ra’d ayat 11 dijelaskan bahwasannya: “Sesungguhya Allah Swt tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

 
Sudah sangat jelas bukan?! Semuanya harus dimulai dari diri sendiri!  InsyaAllah... tidak hanya orang dekat kita yang mengatakan bahwa "KAMU CANTIK" tapi... Sang KHALIQ ALLAH ‘AZZA WAJALLA, serta Nabi Muhammad saw akan mengatakan yang sama “Kamu cantik, pandai, dan sholehah pula.” Indah... dan bahagia bukan?!

 
Ukhti fillah.... Mulai sekarang katakan! “AKU HARUS BERJILBAB, AKU SENANG BERJILBAB LILLAHI TA’ALAA...!’’ You can do it! Islam akan lebih indah karena kehadiran muslimah-muslimah sholehah dan cantik seperti kamu. Nah, jika niat telah terpatri, sekarang kita mulai perhatikan berjilbab yang seperti apa dan bagaimana?
Hmz... bukan mempersulit atau merasa perfect tapi, karena sering terlihat fenomena  gadis yang berstatus muslimah, dan sholehah karena berjilbab namun amat sangat disayangkan, berjilbabnya masih sangat...


“Maaf... terbuka auratnya bahkan hanya sample saja...’’
Entah siapa yang harus disalahkan? Sepertinya memang mode zaman yang menuntut banyak model-model busana muslimah. Dengan banyak lipatan yang katanya untuk memperindah, hingga aurat masih jelas terlihat dan sangat nampak. Atau berjilbab tapi baju, kaos, dan celana yang serba ketat masih dipadukan.
Harus berjilbab seperti itukah?! Ukhti... tidak ada salahnya kita modis, tapi harus tetap syar’iyah. Bukan sok rapi ataupun perfect, tapi memang sepatutnya hal itu harus diperhatikan. Antunna pasti tahu kan berjilbab yang selayaknya seperti apa?? Tentu yang terpenting aurat harus tertutup dan tidak melanggar syar’i.


Ukhti  fillah.... Ingat yah! Jangan pernah menyesal bahkan malu karna berjilbab! Untuk meyakinkan hati, ingat sebuah pernyataan. “MALU?! Lebih malu manakah berjilbab atau nanti disaat kita dikumpulkan dipadang mahsyar dan Allah Swt meminta pertanggung jawaban atas kelalaian kita untuk berjilbab, padahal telah jelas kita sebagai muslimah sangat dianjurkan?!” Jika kita tidak berjilbab, lantas apa yang akan kita katakan pada-NYA? Nah, Ukhti pilih yang mana? Tentu tidak mau mengambil resiko adzab-NYA kan?


Ukhti muslimah yang cantik. Bukan maksud melalui tulisan ini saya ingin memaksa. Namun, saya hanya sekedar ingin mengingatkan. Saya ingin, saya, anda, dan semua muslimah menjadi seorang yang cantik dihadapan-NYA, di DUNIA, serta di AKHIRAT kelak, amiin.
Untaian kata terselip do’a untuk kalian yang telah berjilbab, semoga istiqomah dan katakan pada dirimu serta lainnya bahwa kalian bangga berjilbab! Dan semoga kita selalu dalam dekapan-NYA  dan naungan rahmat-NYA agar kita terus berda’wah dijalan-Nya.
Dan untuk kalian yang belum berjilbab atau yang telah berniat untuk brjilbab, teguhkan dalam hatimu untuk berjilbab karena-NYA. Semoga hidayah serta ridho ALLAH SWT selalu tercurahkan untuk kalian!


Akhir dari saya... maaf jika coretan saya kali ini banyak sejuta kesalahan. Itu semua semata karena aku hanya wanita biasa yang jauh dari kesempurnaan. Dan do’aku untuk yang berkenan membaca, semoga kita semua menjadi hamba-Nya yang selalu taat atas semua perintah-NYA, hingga nanti DIA akan mempertemukan kita di indah-NYA surga-NYA, amiin.

Kamis, 05 Februari 2015

Isi Pembukaan UUD 1945
Republik Indonesia

Pembukaan UUD 1945
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."
"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."
"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :
Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."